Senin, 17 Desember 2012

Pelestarian Keanekaragaman Hayati



Keanekargaman Hayati Indonesia
Keanekaragaman hayati (makhluk hidup) di Indonesia meupakan salah satu keanekaragaman tertinggi di dunia. Hal ini dikarenakan Indonesia beriklim tropis, tanahnya subur, dan memiliki curah hujan yang tinggi. Keanekaragaman yang tinggi di Indonesia terdapat di hutan hujan tropis. oleh karena itu, hutan hujan tropis sering disebut gudangnya plasma nutfah.
Penyebab Kelangkaan Hewan dan Tumbuhan
1. Tingkat Reproduksi Rendah
yaitu pada hewan yang masa kehamilannya lama dan jumlah keturunan yang dilahirkan sedikit. Misalnya gajah, badak, dan harimau.
2. Bencana Alam
Bencana alam dapat menyebabkan kerusakan ekosistem bahkan punahnya organisme tertentu, seperti Tsunami di Aceh dan meletusnya Gunung Krakatau.
3. Aktivitas Manusia
a. Perburuan dan penangkapan beberapa jenis hewan tertentu yang terus menerus dapat berakibat langka atau punahnya jenis hewan tertentu.
b. Penangkapan ikan, udang, atau hewan air lainnya dengan menggunakan bahan kimia, listrik, maupun bahan pledak yang mengakibatkan kematian semua hewan di perairan dan akibatnya organisme di peraian menjadi punah.
c. Penebangan hutan secara liar mengakibatkan rusaknya hutan dan bahkan punahnya berbagai jenis flora dan fauna.
d. Mengembangkan secara besar-besaran tumbuhan dan hewan tertentu, terutama yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, mengakibatkan tumbuhan dan hewan liar hidupnya terdesak dan akhirnya memjadi langka bahkan menjadi punah.
e. Mendatangkan (introduksi) tumbuhan dan hewan tertentu dari negara lain dan mngembangkannya dapat mengakibatkan berkurangnya keanekaragaman hayati karena tumbuhan dan hewan asli berkurang.
Pelestarian adalah untuk mempertahankan ekosistem yang terdiri atas :
a. Memperkenalkan atau menyosialisasikan tumbuhan dan hewan langka kepada masyarakat.

b. Merehabilitasi dan mereboisasi (penanaman kembali) lahan kritis yang dahulunya merupakan habitat yang cocok bagi tumbuhan an satwa langka.
c. Pelestarian keanekaragaman hayati secara insitu dan exsitu.
>> Pelestarian Insitu (di dalam habitat asli)
Melakukan pelestarian habitat atau lingkungan hidup organisme yang di dalamnya terdapat keanekaragaman hayati yang cukup tinggi dan khas. misalnya : Suaka Margasatwa, cagar alam, atau taman nasional.
>> Pelestarian Exsitu (di luar habitat asli)
Melakukan koleksi dan penangkaran tumbuhan dan hewan langka di luar habitat aslinya. kawasan ini dapat beupa kebun binatang dan kebun koleksi tumbuhan.
d. Pengaturan pemanfaatan tumbuhan dan hewan melalui cara :
>> Tebang Pilih
>> Perburuan hewan tertentu pada musim tertentu
>> Peremajaan hutan
>> Budi daya tumbuhan dan hewan langka
>> Mendirikan pusat studi hewan dan tumbuhan langka di beberapa wilayah.
1. Cagar Alam
Cagar alam adalah suatu daerah hutan suaka alam yang di terapkan sebagai daerah perlindungan bagi keadaan alamnya yang khas, termasuk flora, fauna, dan faktor abiotik yang perlu di lindungi untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
2. Hutan Suaka Alam
Hutan suaka alam adalah kawasan hutan yang di peruntukan untuk perlindungan alam hayati dan atau manfaat-manfaat lain.
3. Suaka Margasatwa
Suka margasatwa adalah hutan suaka alam yang di tetapkan sebagai suatu tempat perlindungan bagi satwa yang mempunyai nilai khas bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan, serta merupakan kekayaan dan kebanggaan nasional.
4. Taman Nasional
Taman nasional adalah perlindungan alam yang meliputi daerah luas, tanpa adanya tempat tinggal dan biasanya berfungsi sebagai tempat rekreasi.

Manfaat buah kelapa untuk kacantikan
Manfaat buah kelapa terutama untuk kecantikan saat ini banyak dicari oleh para wanita yang membutuhkan perawatan untuk kecantikanya dengan memanfaatkan buh kelapa.

Khasiat kelapa, untuk menetralisir racun seperti pada post Kelapa muda atasi keracunan, mungkin sudah banyak diketahui oleh masyarakat. Namun yang mungkin belum banyak dikenal adalah khasiat buah kelapa untuk perawatan kulit dan kecantikan.

Kelapa Muda

Pemanfaatan buah kelapa untuk kesehatan terutama adalah buah kelapa muda. Baik daging buah maupun air degannya, selain enak dan menyegarkan, juga lebih banyak mengandung gizi dibandingkan kelapa tua. Karena itu untuk mengambil manfaat buah kelapa sebaiknya dipilih kelapa muda yang warna kulitnya hijau.

Kandungan gizi dalam buah kelapa muda terdiri dari karbohidrat, protein, kalsium, kalium, magnesium, fosfor, zat besi, serta vitamin C. Bahkan kandungan vitamin C dalam air degan cukup tinggi. Kandungan gizi ini sangat berguna dalam meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, mengatasi sakit perut atau diare, serta mengobati disentri.

Selain itu, air degan kelapa muda juga banyak mengandung mineral yang bermanfaat, seperti asam folat, asam nikotonat, asam pantotenat, riboflavin, dan juga biotin. Air degan juga mengandung sejumlah jenis asam amino seperti serin, alin, alanin, sistin dan arginin. Air kelapa muda juga mengandung glukosa, fruktosa, sukrosa, inositol, dan sorbitol.

Tips Perawatan

Buah dan air kelapa muda juga sangat baik untuk kaum wanita, terutama dalam perawatan kecantikan dan menjaga kulit tetap segar. Bahkan air kelapa muda dapat digunakan untuk menghilangkan kerutan wajah maupun bercak hitam bekas jerawat atau komedo. Untuk merawat wajah dan tubuh, air kelapa muda dapat diusapkan atau dibuat untuk cuci muka. Dengan melakukannya secara rutin akan dapat membuat wajah terlihat bersih, cerah, segar, dan terlihat awet muda.

Buah kelapa muda bersama air degannya juga sering dimanfaatkan untuk pengobatan gurah. Manfaat buah kelapa muda ini terutama karena dapat membersihkan tenggorokan dan membuat suara lebih bersih dan jernih. Buah ini sangat cocok untuk para artis penyanyi dalam menjaga kualitas suaranya. Untuk melakukannya, Anda cukup rajin mengkonsumsi air kelapa muda, termasuk dengan buah degannya.

Buah kelapa muda juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi pecah-pecah pada kaki, kaki bau, maupun merawatnya agar kaki terlihat halus dan bersih. Caranya, tuang air kelapa muda dalam baskom atau wadah yang agak besar dan campur sedikit dengan garam. Lalu rendam kaki selama beberapa saat. Lebih baik kalau hal ini dilakukan rutin, seperti dua atau tiga hari sekali.


Istilah Biologi berasal dari kata Yunani, yaitu bios yang berarti kehidupan dan logos yang berarti pengetahuan. Oleh karena itu, Biologi berarti ilmu pengetahuan tentang kehidupan. Kehidupan adalah bagian dari alam, sehingga Biologi adalah bagian dari ilmu alam (Sains). Objek kajian Biologi adalah mempelajari tentang kehidupan pada berbagai tingkatan organisme. Tingkatan organisme kehidupan tersebut meliputi sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem bahkan juga tingkatan yang lebih tinggi yaitu Biosfer (Aryulina Diah, Dkk. 2004:5).

Biologi mencakup berbagai bidang yang merupakan cabang-cabang Biologi. Contoh cabang Biologi yang mempelajari berbagai tingkat organisme kehidupan adalah sebagai berikut; Genetika: ilmu yang mempelajari gen, Sitologi: ilmu yang mempelajari sel, Histologi: ilmu yang mempelajari jaringan, Morfologi: ilmu yang mempelajari struktur luar organisme, Anatomi: ilmu yang mempelajari struktur dalam organisme, Fisiologi: ilmu yang mempelajari proses kehidupan organisme, Taksonomi: ilmu yang mempelajari klasifikasi organisme, Ekologi: ilmu yang mempelajari hubungan organisme dengan lingkungannya, Evolusi: ilmu yang mempelajari asal usul kehidupan dan perubahan organisme dari waktu ke waktu (Aryulina Diah, Dkk. 2004:6).

Cabang-cabang Biologi lainnya didasarkan pada kelompok organisme yang dipelajari, baik kelompok besar maupun kelompok yang lebih spesifik.

Bologi adalah bidang ilmu yang menarik dan penting untuk dipelajari. Dengan mempelajari Biologi kita tidak saja memperoleh pengetahuan tentang makhluk hidup, namun juga pengetahuan tentang metode memperoleh ilmu pengetahuan tersebut. Pengetahuan tentang makhluk hidup dimanfaatkan untuk memecahkan berbagai masalah guna meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Berbagai masalah yang berkaitan dengan pangan , sandang, papan, energi, lingkungan bahkan sosial dapat diatasi dengan Biologi. Sebagai contoh, masalah dalam bidang sosial misalnya menentukan orang tua dan keturunannya dapat dibantu dengan pengetahuan tentang DNA yang dipelajari dalam Genetika. Genetika juga berperan dalam penanggulangan dan pemecahan berbagai penyakit. Masalah lingkungan dapat ditanggulangi dengan menerapkan pengetahuan dalam bidang Ekologi. Berkembangnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus dapat ditanggulangi dengan mengetahui karakteristik virus yang dipelajari dalam Virology (Aryulina Diah, Dkk. 2004:6).

Orang yang mempelajari Biologi disebut ilmuwan Biologi. Ilmuwan Biologi memperoleh ilmu pengetahuan tidak saja dengan cara membaca, namun juga menyelidiki organisme dan fenomena kehidupan secara langsung. Penyelidikan tersebut dilakukan dengan cara yang sistematis yang disebut metode ilmiah dan disertai dengan sikap ilmiah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar